Bolehkah Hukum Qurban Bergilir Antar Anggota Keluarga?

Photo of author

By sakinah

Hukum Qurban Bergilir Antar Anggota Keluarga?

Kerutinan qurban bergilir ini gempar di warga kita. Ialah misalnya satu keluarga terdiri dari suami, istri serta 2 anak. Hingga tahun ini yang berqurban suami, tahun depan istri, tahun setelahnya anak awal, tahun setelahnya lagi anak kedua, serta seterusnya.

Ini jadi perihal yang unik, sebab kami belum memperoleh perihal semacam ini di kitab- kitab fikih.

Hukum Qurban Bergilir. Serta Nabi Shallallahu’ alaihi Wasallam senantiasa berqurban tiap tahun. Tetapi tidak dinukil riwayat bahwasanya dia mempergilirkan qurban, kepada istri- istrinya serta anak- anaknya. Apalagi dia menyangka qurban dia telah memadai segala keluarganya.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’ anhu, dia mengatakan:

ضحَّىرسولُاللهِصلَّىاللهُعليهِوسلَّمَبكبشَيْنِأقرنيْنِأملحيْنِأحدِهماعنهُوعنأهلِبيتِهوالآخرِعنهُوعمَّنلميُضَحِّمنأمَّتِه

“ Rasulullah Shallallahu’ alaihi Wasallam berqurban dengan 2 domba gendut yang bertanduk salah satunya buat diri dia serta keluarganya serta yang lain buat orang- orang yang tidak berqurban dari umatnya”( HR. Ibnu Majah nomor. 3122, dihasankan oleh AL Albani dalam Irwaul Ghalil[4/ 353]).

Demikian pula para teman Nabi, yang berkurban di antara mereka merupakan para kepala keluarga, serta mereka pula tidak mempergilirkan qurban pada anak serta istri mereka.

Dari Abu Ayyub AL Anshari radhiallahu’ anhu, dia mengatakan:

كانَالرَّجلُفيعَهدِالنَّبيِّصلَّىاللَّهُعليهِوسلَّمَيُضحِّيبالشَّاةِعنهُوعنأَهلِبيتِهِفيأْكلونَويَطعَمونَثمَّتباهىالنَّاسُفصارَكماترى

“ Dulu di masa Nabi Shallallahu’ alaihi Wasallam, Seseorang LELAKI berqurban dengan satu kambing yang disembelih buat dirinya serta keluarganya. Mereka makan serta sembelihan tersebut serta berikan makan orang lain. Setelah itu sehabis itu orang- orang mulai berbangga- bangga( dengan banyaknya hewan qurban) sebagaimana engkau amati”( HR. Tirmidzi nomor. 1505, Ibnu Majah nomor. 3147, dishahihkan AL Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

See also  Keutamaan Menuntut Ilmu Yang Wajib Kita Ketahui di 2022

Syaikh Ibnu AL Utsaimin ditanya:“ apakah tiap anggota keluarga dituntut buat berqurban atas diri mereka tiap- tiap?”. Dia menanggapi:

لا.السنةأنيضحيربالبيتعمنفيالبيت،لاأنكلواحدمنأهلالبيتيضحي،ودليلذلكأنرسولاللهصلىاللهعليهوسلمضحىبشاةواحدةعنهوعنأهلبيته،وقالأبوأيوبالأنصاريرضياللهعنه:(كانالرجلعلىعهدالنبيصلىاللهعليهوسلميضحيبالشاةعنهوعنأهلبيته)ولوكانمشروعاًلكلواحدمنأهلالبيتأنيضحيلكانذلكثابتاًفيالسنة،ومعلومأنزوجاتالرسولعليهالصلاةوالسلاملمتقمواحدةمنهنتضحياكتفاءبأضحيةالنبيصلىاللهعليهوسلم

“ Tidak. Yang cocok sunnah, kepala rumah tangga lah yang berkurban. Bukan tiap anggota keluarga. Dalilnya, Rasulullah Shallallahu’ alaihi Wasallam berqurban dengan satu kambing buat dirinya serta keluarganya. Serta Abu Ayyub AL Anshari mengatakan:“ Dulu di masa Nabi Shallallahu’ alaihi Wasallam, Seseorang LELAKI berqurban dengan satu kambing yang disembelih buat dirinya serta keluarganya”. Andaikan disyariatkan tiap anggota keluarga buat berkurban atas dirinya tiap- tiap pasti telah terdapat dalilnya dari sunnah Nabi. Serta kita tahu bersama, kalau para istri Rasulullah Shallallahu’ alaihi Wasallam tidak terdapat yang berqurban, sebab telah mecukupkan diri dengan qurban Nabi Shallallahu’ alaihi Wasallam“.

Dia pula berkata:

فإنقالقائل:لعلذلكلفقرهم؟فالجواب:إنهذااحتمالواردلكنهغيرمتعين،بلإنهجاءتالآثاربأنمنأزواجالرسولعليهالصلاةوالسلاممنكانتغنية

“ Bila terdapat orang yang mengatakan: bisa jadi itu sebab Nabi Shallallahu’ alaihi Wasallam sangat miskin? Hingga kita jawab: memanglah mungkin tersebut terdapat, tetapi tidak dapat kita yakinkan. Apalagi ada banyak atsar yang menampilkan kalau para istri- istri Nabi Shallallahu’ alaihi Wasallam merupakan orang- orang kaya“( Durus Syaikh Muhammad bin Shalih Angkatan laut(AL) Utsaimin, 8/ 5)[1].

Serta butuh dicermati kalau ibadah qurban ini harus ikhlas cuma buat mencapai wajah Allah Ta’ ala.

Hendaknya hindarkan perasaan mau dilihat, mau diketahui sempat berqurban, mau terlihat namanya ataupun semisalnya yang ialah riya serta dapat menghanguskan pahala amalan.Sebab terkadang alibi orang berqurban atas nama istrinya ataupun anaknya sebab anak serta istrinya belum sempat terlihat namanya dalam list shahibul qurban. Allahul musta’ an. Oleh sebab seperti itu dalam hadits Abu Ayyub di atas disebutkan:

ثمَّتباهىالنَّاسُفصارَكماترى

See also  Kapan 1 Ramadhan 1443 H? Berikut Penjelasannya

“ Setelah itu sehabis itu orang- orang mulai berbangga- bangga sebagaimana engkau amati” Ialah menjadikan ibadah qurban selaku ajang besar hati di hadapan orang banyak. Di sisi lain, ulama Malikiyah serta sebagian ulama Syafi’ iyyah mensyaratkan yang berqurban haruslah yang membagikan nafkah, barulah memadai buat satu keluarga.

Dalam kitab AL Muntaqa karya AL Baji disebutkan:

والأصلفيذلكحديثأبيأيوبكنانضحيبالشاةالواحدةيذبحهاالرجلعنهوعنأهلبيتهزادابنالموازعنمالكوولديهالفقيرينقالابنحبيب:ولهأنيدخلفيأضحيتهمنبلغمنولدهوإنكانغنياإذاكانفينفقتهوبيته

“ Landasan dari perihal ini merupakan hadits Abu Ayyub:‘ dulu kami biasa berqurban dengan satu kambing yang disembelih Seseorang LELAKI buat dirinya serta keluarganya’. Dalam riwayat Ibnu Mawaz dari Malik adal bonus:‘ serta orang tuanya serta orang fakir yang dia santuni’. Ibnu Habib berkata:‘ Hingga boleh meniatkan qurban buat orang lain yang bukan keluarganya, serta dia orang yang kaya, bila memanglah orang lain tersebut biasa dia nafkahi serta tinggal di rumahnya”

Sehingga dengan komentar ini, bila yang berqurban merupakan istri ataupun anak, hingga qurban tidak memadai segala keluarga.

Hukum Qurban Bergilir. Walhasil, kami bertanya kepada sebagian ulama dalam permasalahan ini, dengan bacaan persoalan,“ wahai Syaikh, terpaut qurban. Diantara Kerutinan di negara kami, seseorang lelaki misalnya tahun ini berqurban, tetapi tahun depan ia tidak berqurban melainkan istrinya yang berqurban. Tahun depannya lagi anak pertamanya, serta terus demikian secara bergiliran. Apakah ini baik?”.

Syaikh Walid Saifun Nashr menanggapi:

لاأعلملهأصلا

“ Aku tidak mengenali terdapat landasan dari perbuatan ini”[2]

Syaikh Dokter. Aziz Farhan AL Anazi menanggapi:

الأصلأنعلىانأهلكلبيتأضحيةوالذييتولىذلكالوالدلانههوالمكلفبالإنفاقعلىزوجتهواولاده

“ Asalnya tuntutan buat berqurban itu pada tiap keluarga, serta yang bertanggung- jawab buat menunaikannya merupakan suami sebab ia yang harus membagikan nafkah kepada istri- istri serta anak- anaknya”[3].

Hukum Qurban Bergilir. Ada pula menimpa keabsahan qurban bila yang berqurban bukan kepala keluarga tetapi salah seseorang dari anggota keluarga, hingga senantiasa legal bila ketentuan serta rukun qurban terpenuhi. Misalnya bila istrinya yang berqurban ataupun anaknya, hingga boleh serta senantiasa legal. Tetapi kurang utama, sebab menyelisihi sunnah Nabi Shallallahu’ alaihi Wasallam serta para teman- temannya.

See also  10 Amalan Jariyah yang Pahalanya Mengalir Terus

Hukum Qurban Bergilir. Akhirnya, yang lebih mendekati sunnah Nabi serta para teman, yang berqurban cukuplah suami saja selaku kepala keluarga. Tidak butuh dipergilirkan kepada anggota keluarga yang lain. Serta tidak terdapat keutamaan spesial dengan mempergilirkan demikian.

Tetapi bila anggota keluarga yang lain berqurban atas nama dirinya, itu juga boleh saja serta legal. Cuma saja kurang cocok dengan sunnah Nabi serta para teman sebagaimana sudah dipaparkan.

Leave a Comment