Kapan 1 Ramadhan 1443 H? Berikut Penjelasannya

Photo of author

By sakinah

Kapan 1 Ramadhan 1443 H?

Muhammadiyah telah menetapkan tanggal 1 Ramadhan 1443 Hijriyah bertepatan dengan tanggal 2 April 2022. Sementara itu, pemerintah hingga kini belum mengambil keputusan apa pun. Pemerintah biasanya menunggu munculnya hilal sebagai tanda waktu 1 Ramadhan. Muhammadiyah memang menggunakan metode hisab untuk menentukan 1 Ramadhan dan waktu lainnya yang terkait dengan peribadatan. Metode hisab memungkinkan untuk menghitung dan menentukan kapan 1 Ramadhan akan jatuh, jauh-jauh hari.

Hal ini berbeda dengan metode rukyah, di mana pengamatan akan hilal menjadi hal mutlak untuk menentukan kapan 1 Ramadhan tiba. Muncul pertanyaan, metode mana yang akurasinya tinggi? Di tengah pertanyaan itu, muncul pula tudingan bahwa metode hisab tidak tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Penentuan 1 Ramadhan di zaman Nabi Muhammad SAW dilakukan melalui pengamatan hilal atau metode rukyah.

Kapan 1 Ramadhan 1443 H?. Menjawab persoalan-persoalan di atas, pakar falak Muhammadiyah Oman Fathurrahman yang sering memberikan pelatihan tentang metode hisab di berbagai instansi pemerintah, menjelaskan. Di antaranya saat ia memberikan ceramah pada Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Minggu 6 Maret 2022 yang dirilis dalam laman muhammadiyah.or.id tanggal 6 Maret 2022.

Muncul pertanyaan, metode mana yang akurasinya tinggi? Di tengah pertanyaan itu, muncul pula tudingan bahwa metode hisab tidak tidak dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Penentuan 1 Ramadhan di zaman Nabi Muhammad SAW dilakukan melalui pengamatan hilal atau metode rukyah. Menjawab persoalan-persoalan di atas, pakar falak Muhammadiyah Oman Fathurrahman yang sering memberikan pelatihan tentang metode hisab di berbagai instansi pemerintah, menjelaskan.

See also  Keutamaan Menuntut Ilmu Yang Wajib Kita Ketahui di 2022

Di antaranya saat ia memberikan ceramah pada Kajian Ahad Pagi di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Minggu 6 Maret 2022 yang dirilis dalam laman muhammdiyah.or.id tanggal 6 Maret 2022. Dalam hadis Nabi Saw juga disebutkan:

“Apabila kamu melihat hilal berpuasalah, dan apabila kamu melihatnya beridulfitrilah! Jika ia terhalang oleh awan di atasmu, maka estimasikanlah!” (HR Muslim).

Kapan 1 Ramadhan 1443 H?. Namun, katanya, meski hadis ini secara eksplisit membicarakan rukyat, justru memberi tempat bagi penggunaan hisab di kala bulan tertutup awan. Artinya hisab digunakan pada saat ada kemusykilan melakukan rukyat karena faktor alam (bulan tertutup awan). Di zaman Nabi Muhammad metode rukyat digunakan karena itulah sarana mudah yang tersedia pada zaman itu. Namun ada semangat umum Al-Quran agar menggunakan hisab untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Atas dasar itu, beberapa ulama kontemporer menegaskan bahwa pada pokoknya penetapan awal bulan itu adalah dengan menggunakan hisab.

Sementara itu, dalam rilisnya tanggal 20 Februari 2022, laman muhammadiyah.or.id juga menyebutkan, tidak sedikit ulama yang mengatakan proses penghitungan posisi bulan dan matahari menggunakan hisab tidaklah akurat. Karena dianggap spekulatif belaka, ada semacam probabilitas kesalahan yang cukup besar di dalamnya.

“Salah satu ulama yang menolak hisab sebagai metode penentuan awal bulan kamariah ini ialah Ibnu Taimiyah. Dalam kitab Majmu’ Fatawa, tokoh reformasi Islam pada abad pertengahan ini dengan tegas mengatakan bahwa puasa tidak bisa dimulai kecuali dengan melakukan rukyat terlebih dahulu,” jelas Muhammadiyah.

Kapan 1 Ramadhan 1443 H?. Di masa sekarang, ilmu hisab mencapai tingkat akurasi yang tinggi. Ketinggian bulan, misalnya, dapat diketahui sampai pada ukuran detiknya. Lama rata-rata peredaran bulan mengelilingi Matahari adalah 29 hari 12 jam 44 menit 2,5 detik. Tidak heran bila Yusuf Qaradhawi dalam kitab Kayfa Nata’amal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah mengatakan bahwa hisab bersifat qath’i. Justru penggunaan rukyat seringkali tidak akurat karena terhalang oleh cuaca alam, alat optik, dan kemampuan manusia itu sendiri. Semoga dengan perbedaan nanti tidak menjadikan kurangnya keakraban diantara sesama Umat Muslim Di Indonesia. Selamat Berpuasa.

See also  Islam Adalah Agama Yang Benar

Leave a Comment